7+ Tata Cara Penulisan Dialog

7+ Tata Cara Penulisan Dialog

Makin banyak tips menulis, makin banyak ilmu yang didapat. Dialog adalah unsur penting untuk menghidupkan suatu cerita. Tentu saja dalam menulis dialog juga ada aturannya. Mempelajari hal ini adalah bukti keseriusan kita kepada pembaca. Oleh karena itu saya menulis beberapa aturan dalam menuliskannya.

Dialog selalu dibuka dan diakhiri tanda petik

  1. “Sepertinya hutan itu berbahaya.”
  2. “Sepertinya hutan itu berbahaya,” ucap Linda.
  3. Linda berucap, “Sepertinya hutan itu berbahaya.”

Dialog Tag memiliki fungsi untuk menginformasikan sang pembicara dalam suatu dialog. Namun perlu sobat ingat bahwa penggunaan dialog tag itu sendiri kurang disarankan. Biasanya dipakai jika dalam dalam suatu adegan ada banyak tokoh dengan gaya biacara yang serupa. Beda dengan novel jepang yang jarang menggunakan dialog tag karena tokohnya memiliki dialeg yang berbeda. Tetap bijak dalam mempraktekkan segala ilmu supaya tidak merugikan orang lain. Ayo kita lanjutkan pembahasannya.

Dialog tag di awal dan akhir kalimat berita:

  1. “Sepertinya hutan itu berbahaya,” ucap Linda.
  2. Linda berucap, “Sepertinya hutan itu berbahaya.”
  3. “Sepertinya hutan itu berbahaya.” Linda menarik napas panjang.
  4. “Sepertinya hutan itu berbahaya.” Dada Linda terasa sesak.

Keterangan kalimat 1 dan 2. Dimanapun letak dialog tag, awalan dialog tetap huruf besar. Dialog tag dan dialog dipisahkan oleh tanda koma dan selalu diakhiri dengan tanda titik. Dialog tag selalu diawali dengan huruf kecil.

Keterangan kalimat 3 dan 4. Dialog yang diakhihiri tanda titik merupakan suatu deskripsi. Bukan dialog tag.

Dialog tag di tengah kalimat berita:

  1. “Aku mulai khawatir,” ucap Linda. “Apa dia baik-baik saja?”
  2. “Awas,” jerit Linda, “Hutan itu berbahaya!”

Keterangan kalimat 1. Kalimat tersebut merupakan dua kalimat. Oleh karena itu dialog tag diakhiri tanda titik.

Keterangan kalimat 2. Kalimat tersebut pada dasarnya adalah satu kalimat. Hanya saya terpisah oleh dialog tag. Maka dari itu dialog tag di akhiri tanda koma.

Dialog dalam kalimat berjeda:

  1. “Aku mulai khawatir,”–Linda meletakkan cangkir–”apa dia baik-baik saja?”

Kalimat di atas masih dalah satu kalimat. Bedanya di sini adalah jeda waktu saat bebicara. Sang tokoh harus menghentikan dialognya akibat suatu aksi. Kalimat tersebut dipisah dengan en dash (–).

Dialog dalam kalimat terputus:

  1. “Awas, hutan itu b—”
  2. “Aku … tidak tau lagi.”
  3. “Aku lelah ….”
  4. “Aku lelah …,” keluh Linda.

Catatan: en dash (–) berbeda dengan em dash (—)
Tanda ellipsis ( … ) bergungsi untuk membuat jeda. Elipsis tidak bisa menggantikan tanda titik. Sementara tanda em dash berfubgsi untuk memutus dialog, sekaligus bisa menggantikan tanda titik.

Kutipan dalam dialog

  1. “Tadi aku sempat bertemu dengannya, dia hanya bilang, ‘Hai, Linda!’ dan pergi begitu saja.”
  2. “Seperti kata Linda, ‘Hidup itu sederhana.'”

Terkadang ada situasi dimana sang tokoh harus mengutip kalimat orang lain. Untuk mengutp hal tersebut kalian bisa menggunakan tanda petik tunggal (‘…’)

Dialog panjang

Dalam suatu cerita fantasi terkadang ada sosok bijak yang bercerita tentang sejarah kejahatan suatu kerajaan. Coba cek contoh di bawah ini.

“Dahulu kala kerajaan Gajamurka hampir saja menguasai seluruh kepulauan Hindia. Akibat pengkhianatan dari orang-orang kepercayaan, semua usaya sang Raja menjadi sia-sia. Satu persatu anggota kerajaan menghilang tanpa bisa ditemukan lagi. beberapa di antara mereka diperkirakan telah tewas.

“Hal yang lebih buruk lagi adalah perekonomian kerajaan yang sudah dimonopoli oleh orang asing. Kerajaan Gajamurka pun mengalami kemiskinan dan akhirnya jatuh.”

Dalam kasus ini baiknya dialog dipisah menjadi dua atau lebih paragraf. Jangan menutup dialogmu dengan tanda petik ketika bergandi paragraf. Paragraf baru harus di awali tanda petik. Seperti biasanya, tutup kalimatmu dengan tanda petik.

Kata sapaan dalam dialog

  1. “Aku berangkat sekolah, Ma!’ Tina berpamitan pada ibunya.
  2. “Saya sangat ingin membantu Anda.”

Kata sapaan digunakan secara langsung pada lawan bicara. Gunakan huruf besar sebagai tanda bahwa si pembicara sedang berbicara langsung dengan si pendengar.

Penutup

Sekian dulu penjelasan saya tentang panduan menulis dialog. Bila ada kekurangan mohon berikan komentar. Semoga informasi dari saya bisa berguna untuk kalian semua.

You cannot copy content of this page